Nama |
: | Bayam Duri |
Nama Latin |
: | Amaranthus Spinosus |
Suku |
: | Amaranthus Spinosus |
Deskripsi |
: | Terna semusim, tumbuh tegak, tinggi 30-100 cm. Batang berwarna hijau atau kemerahan, bagaian pangkal polos, bagian atas sedikt demi sedikit berambut, kerap kali bercabang banyak, berduri. Daun tunggal, bertangkai panjang, letak berseling, ujung tumpul, pangkal runcing, tepi rata kadang beringgit, tulnag daun dipunggung menonjol, panjang 11,5-6 cm, lebar 1-3 cm, hijau. Pada ketiak daun terdapat sepasang duri keras yang mudah lepas. Bunga berkelamin tunggal, bunga betina berkumpul dalam tukal yang rapat berbentuk bola di ketiak daun dan bunga jantan berbentuk bulir yang dapat bercabang pada pangkalnya, keluar diketiak daun atau ujung batang, warnanya hijau keputihan. Buah bula panjang, hijau. Biji bulat, kecil, hitam. Perbanyakannya dengan biji. |
Kandungan Kimia |
: | Bayam duri mengandung amratin, rutin, spinasterol, hentriakontan, tanin, kalium nitrat, kalsium oksalat, garam fosfat, zat besi, serta vitamin (A, C, K dan B6/piridoksin). |
Bagian Yang Digunakan |
: | - |
Kasiat |
: | Akar bayam duri rasanya manis, sedikit pahit, dan sejuk, masuk meridian jantung dan ginjal. Berkhasit sebagai pereda demam(antipiretik), peluruh kencing(diuretik), peluruh haid, peluruh dahak(ekspektoran), penawar racun (antioksidan), menghilangkan bengkak(detumescent), dan pembersih darah. Herba bayam duri berkhasiat sebagai pembersih darah, pelancar ASI(laktagiga), dan diuretik. |
Efek Farmakologi |
: | - |
Cara Pemakaian |
: | 1. Melancarkan ASI : sebatang bayam duri segar seutuhnya dicuci bersih lalu dipipis. Ramuan yang telah halus ini, lalu dibalurkan pada payu darahd an sekirnya. Lakukan sehari 3-4 kali, sampai air susu mengalir. 2. Sakit gigi : akar bayam duri segar dibersihkan, lalu dikunyah. |
Tampilkan postingan dengan label Bengkak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bengkak. Tampilkan semua postingan
Manfaat Buah Alpukat
Nama |
: | Alpukat |
Nama Latin |
: | Persea Americana |
Suku |
: | Lauraceae |
Deskripsi |
: | Pohon tinggi 3-10 m, ranting gundul atau berambut halus. Daun : kedudukan tersebar, tunggal. Helaian daun memanjang bulat telur, elip, kedua sisi permukan mula-mula berambut kemudian gundul. |
Kandungan Kimia |
: | Daun alpukat mengandung polufenol, alkaloid, flavonoid, dan saponin. Kadar minyak daging buah alpukat lebih kurang 39,80%, sedangkan kulit buah alpukat lebih kurang 15,53%. Buah alpukat mengandung perseit, dan D-mannoheptulosa. |
Bagian Yang Digunakan |
: | Daun, biji, akar. |
Kasiat |
: | Daun dimanfaatkan untuk pelancar (peluruh) kencing dan pengobatan kencing batu. Buah untuk pengobatan sariawan. Biji dimanfaatkan untuk obat sakit gigi dan kencing manis. |
Efek Farmakologi |
: | Hasil penelitian menunjukkan bahwa daun bersifat anti bakteri yaitu menghambat pertumbuhan beberapa spesies bakteri staphylococcus sp, pseudomonas sp, eschericheaps sp dan bacillus sp. |
Cara Pemakaian |
: | 1. Sariawan : daging buah alpukat yang sudah masak diberi 2 sendok makan madu murni, diaduk merata, lalu dimakan. Lakukan tiap hari sampai sembuh. 2. Kencing batu : daun alpukat 4 lembar, 3 buah rimpang teki, 5 tangkai daun rand, setengah biji pinang, 1 buah pala, 3 jari gula enau, dicuci lalu direbus dengan 3 gelas air sampai tersisa 2¼ gelas. Setelah dingin disaring, minum 3 kali ¾ gelas. 3. Darah tinggi, sakit kepala : tiga lembar daun alpukat dicuci bersih, lalu diseduh dengan 1 gelas air panas. Minum setelah dingin. 4. Kulit muka kering : buah diambil isinya, lalu di lumatkan sampai seperti bubur. Dipakai untuk masker dengan cara memoles muka yang kering. Muka dibasuh dengan air setelah lapisan masker tersebut mengering. 5. Bengkak karena peradangan : bubuk dari biji secukupnya ditambahkan sedikit air sampai menjadi adonan seperti bubur, balurkan kabagian tubuh yang sakit. 6. Kencing manis : biji di panggang di atas api, dipotong kecil², lalu rebus dengan air sampai airnya coklat. Saring, lalu minum setelah dingin. 7. Nyeri syaraf dan nyeri lambung : daun 3-6 lembar, diseduh atau direbus, lalu diminum. 8. Saluran napas membengkak, menstruasi tidak teratur : daun 3-6 lembar diseduh atau rebus, lalu diminum. |
Langganan:
Postingan (Atom)
